Karena penghormatannya kepada sang brahmana,pada suatu kesempatan, Dewi Kunti memperoleh anugrah untuk dapat memanggil semua dewata. Namun, pada penyerahan terakhir dari anugrah itu, Dewi Kunti membutakan telinga tanpa memperhatikan kata sang brahmana.
Pada suatu hari, terbersit di pikiran Dewi Kunti, benarkah anugrah sang brahmana? Dia pun mencobanya, dan dia melakukan pemujaan sebagaimana yang dilakukan menurut anugrah sang brahmana. Dengan kesucian dewi Kunti, Dewa Surya pun datang memenuhi panggilan sang Dewi Kunti.
Dewi Kunti, meminta kehadiran sang Dewa Surya dengan kebodohannya, tanpa mendengar peringatan sang brahmana. Dia ragu atas anugrah yang diterimanya. Atas keraguan itu, maka dia harus disentuh oleh Dewa Surya dengan titipan anak, sang Karna.
Setelah kejadian itu, Dewi Kunti merenung dan berpikir. Demikian arti anugrah itu, keraguan menjadikannya harus disentuh oleh Dewa Surya, artinya dia akan menjadi ibu tanpa suami, karena Dewa Surya harus kembali ke surga.
Artikel yang terkait: Doa sang gadis.
Salam bahagia
