Oleh Putu Swastawa
Kuterduduk terdiam tanpa sepatah kata,
hatiku riang terang benderang,
kala keindahan itu mengalir dengan pancaran penuh makna,
mengalir deras bagai banjir bandang.
Engkau pancarkan seluruh keteduhan zamrud kehidupan,
Engkau tebarkan semua merah permata delima,
Engkau biaskan semua gurat mata harapan,
Engkau payungkan biru semua bagian atap cakrawala.
O bidadariku tersayang,
Keindahan mata-mu ku tak terbayang,
Tak termuat dengan segala daya kenang.
Matamu, o bidadariku,
Bening dari embun-embun pagi,
berkilau bak permata di atas batu,
pemberi keindahan menghadapi hari.
==
Salam bahagia













