Mungkin Anda pernah mendengar isu bahwa mie instan mengandung lilin? Sekarang, sebaiknya anda mencoba dan melihat sendiri benar tidaknya. Benarkah itu lilin ataukah margarin?
Saya telah memasak mie instan dan mengamati bahwa titik cair lemak yang terdapat pada mie jauh lebih rendah daripada titik cair lilin. Jadi, lebih mungkin itu adalah margarin ( ini secara penampakan saja ). Lagi pula, anda harus tahu bahwa umumnya, daun-daun alami dari tumbuhan yang hidup di daerah kering memang berlapis lilin. Jadi, lilin belum tentu berbahaya bagi kesehatan badan. Yang berbahaya adalah jika lemak itu bukan produk alami, tetapi merupakan produk sintesis dari minyak bumi.
Anggaplah terjadi hal yang sangat berbahaya, misalnya lemak itu adalah lilin dari sintesis minyak bumi seperti halnya plastik. Kita lihat tubuh kita dan bagaimana tubuh memberikan tanggapan terhadap bahan berbahaya.
Tubuh itu tidak serta merta menderita kanker hanya dengan makan mie yang mengandung lilin. Jumlah lilin yang dimakan sehari atau seminggu tidak cukup untuk menjadikan kanker tumbuh. Namun, jika benih kanker memang sudah ada maka lilin dalam mie intan dapat memicu aktivasi kanker ini. Jadi, bukan lilin mie instan ini penyebab aslinya.
Kanker adalah sebuah proses progresif atau proses berkelanjutan dalam waktu lama. Ada sebuah proses perubahan fungsi dan integritas sel akibat kondisi lingkungan sel yang mendukungnya menjadi sel pengkhianat. Orang yang sejak muda makannya kurang sehat tidak dapat dipercaya untuk menjadikan sebuah kesimpulan bahwa lilin dalam mie instan menjadikan kanker. Kanker pada orang ini, lebih mungkin disebabkan oleh makanan lain yang sebelumnya telah dimakan, dan secara kebetulan waktu munculnya kanker ini dan terdeteksi adalah saat dia menyelesaikan makan mie berlemak itu.
Semoga informasi ini bermanfaat sebagai pertimbangan.
Salam bahagia.
