Kita, terdiri atas dua bagian, berlangsung bersama-sama, dapat sejalan dan juga dapat berbeda. Orang Barat menyebutnya Dunia Pararel. Orang Hindu mengenal istilah Buana Agung dan Buana Alit.
Kita, bagaikan sebuah kerajaan dengan rajanya adalah diri kita sendiri. Diri kita bukanlah badan kita, badan kita ini adalah kerajaannya. Sesuatu yang berkaitan dengan kendali dan memiliki pengetahuan tentang kita adalah rajanya. Dalam kasus ini, sistem kerajaan ini ada hanya jika badan ini ada. Seberapapun hebatnya sang diri, jika tidak ada badan atau badan teramat lemah maka diri tiada berguna atau tidak banyak gunanya.
Kejadian saat kita dapat merencanakan kehidupan kita sendiri adalah saat istimewa dan semua orang pernah mengalaminya, terjadi pada masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, persis terjadi bersamaan dengan perubahan sistem reproduksi. Perencanaan ini akan menentukan bagaimana kerajaan diri yang dimilikinya dapat eksis dan terpelihara di masa mendatang, apakah kehidupan seseorang akan bahagia ataukah tidak, dan seberapa sempurna kehidupannya. Tidak hanya itu, pencapaian rencana ini adalah pijakan yang digunakan oleh generasi berikutnya.
Sebagaimana sebuah kerajaan, badan memiliki tempat dimana dia menyerap informasi dari lingkungan, termasuk lingkungan yang tak tampak yang dialami melalui mimpi. Namun, secara garis besar, tempat masuk informasi ini terdiri atas:
- Pikiran sebagai tempat masuknya pengetahuan
- Telinga sebagai tempat masuknya pendengaran
- Lidah sebagai tempat masuknya kecapan
- Permukaan termasuk usus tempat masuknya makanan dan bahan lain dari dunia
- Permukaan tubuh tempat masuknya pengindraan temperatur, bentuk masif, dan sensoris
- Mata tempat masuknya pengindraan cahaya
Dari semua ini, sarana yang digunakan adalah badan. Jadi yang terkait langsung dengan badan adalah hal utama yang harus diperhatikan. Tentu saja, permukaan tubuh terutama usus / pencernaan adalah hal utama yang harus diperhatikan. Berikutnya, saya akan jelaskan masing-masing.
Salam Bahagia
