Pernafasan sangat dipengaruhi posisi badan, terutama yang terkait dengan saluran nafas. Kebiaasaan tidur yang berkaitan dengan saluran nafas:
- Tidur menggunakan bantal.
- Tidur menyamping
- Tidur meringkuk
- Tidur tengadah atau telungkup
- Tidur dalam pisisi rebah atau tidak
Tidur menggunaka bantal mempengaruhi saluran nafas di daerah leher. Bantal yang makin tinggi makin menekuk saluran nafas di leher, artinya makin mempersulit keluar anfasnya udara pernafasan.
Tidur menyamping atau tidak berkaitan dengan tekanan organ di dalam rongga dada. Tidur menyamping menjadikan paru-paru tertekan oleh jantung atau lambung. Ini akan memperberat kerja diafragma dalam mengatur keluar masuknya udara pernafasan.
Tidur meringkuk menjadikan ruang dada tertekuk, artinya memperkecil ruang gerak diafragma. Ini artinya tidur meringkuk memperkecil atau mempersulit pernafasan anda.
Posisi tidur tengadah atau telungkup berkaitan dengan tekanan organ bagian depan dan belakang rongga dada, serta bagian lain yang memberikan pengaruh tidak langsung. Saat tidur telungkup, secara tidak langsung organ di depan perut turut mempersulit kerja diafragma akibat andanya tulang punggung yang menjadi tempat tergantungnya organ-organt trsebut dan bersifat kaku. Sementara itu, posisi tengadah memperingan kerja diafragma, terutama tanpa adanya tulang punggung yang kaku.
Dalam keadaan tidur, kita biasanya memilik posisi rebah. Ada beberapa orang saja yang dapat menikmati tidur dalam posisi tidak rebah. Posisi rebah adalah kondisi paling santai dimana diafragma memperoleh tekanan luar paling ringan dan ini memberikan kebebasan nafas tertinggi.
Salam bahagia
