Permata hari, bulat tanpa noda,
menerangi hari tiada henti,
tiada lelah dan tiada desah,
akan pilu kehidupan hanya sendiri.
Permata hari, mengambang di angkasa raya,
terbenam dan secara pasti terbit kembali esok hari,
tanpa rasa benci, tanpa rasa dendam,
walau sejuta kali di hina dan dimaki.
Permata hari, terletak begitu jauh,
tak tergapai tangan yang hanya sejengkal,
tak tersampai oleh perjalanan hingga ke ujung dunia.
Permata hari, dekat…teramat dekat,
dia hadir di hadapan semua orang dengan begitu jelas,
tiada sembunyi dan tiada rahasia,
tiada hal di kecil-kecilkan dan tiada di besar-besarkan,
terlihat lebih jelas dari sepucuk tanaman di bukit nun jauh di sana,
terlihat lebih terang dari sebuah lentera di tengah kota.
Permata hari, jauh.. teramat jauh…
Permata hari, dekat… teramat dekat …
Dengan itu… oo permata hari ….
Dikau hadir memberi cahaya kepada semua orang ….
Dengan itu, engkau amankan dirimu dari gapaian orang,
Engkau jaminkan dirimu tetap ada dan tetap demikian.
Tetap cinta dan sayang kepada semua kehidupan,
Tetap tersenyum dengan segala keramahanmu,
Sejak engkau ada hingga engkau tidak ada.
Salam bahagia
