Sambal kacang cair, umumnya menggunakan kacang tanah sebagai tambahan utama.
Bahan pokok sambal:
- Cabai ( untuk penderita radang usus atau ambeien, penggunaan cabai harus minimal )
- Garam ( untuk penyesuaian dengan selera, mohon dikecap pada saat membuat. Setiap orang umumnya memiliki kesenangan tingkat rasa garam berbeda. Untuk penderita darah tinggi dan sakit jantung, disarankan tidak menggunakan garam ).
Bahan tambahan utama:
- Kacang tanah. Disangrai atau digoreng.
Bahan penyedap sangat baik:
- Monosodium glutamat ( khusus untuk yang masih mengkonsumsi MSGÂ atau vetsin ). Kira-kira 1/8 sendok teh untuk sambal 150 mL atau setengah gelas.
- Daun salam ( 5 lembar daun salam sudah wangi )
- Daun jeruk limau ( 3 lembar daun salam sudah wangi )
Bahan kuah:
- Kaldu ( untuk yang masih makan daging ).
- Santan kelapa ( untuk yang tidak makan daging dan atau vegetarian / vegan )
Cara membuatnya:
- Cabai dan garam diulek bersama-sama. Garam akan menjadikan cabai lebih mudah diulek.
- Campur dengan kacang tanah goreng atau sangrai.
- Setelah mencampur dan mengulek kacang, kecap rasanya. Jika garamnya kurang, tambahkan sedikit demi sedikit hingga rasanya disukai.
- Daun salam, dan atau daun jeruk limau dan vetsin atau MSG ditambahkan dan diulek hingga halus. Makin halus akan makin baik.
- Setelah sambal terulek halus, encerkan dengan pelarut hingga cukup encer. Perbandingan pengencer dan sambal pekat kira-kira 1: 15 sudah cukup.
- Saran yang baik, beri minyak sedikit dan hangatkan sambal cair ini di atas kompor dengan air mendekati mendidik. Jika menggunakan kompor gas, apinya dijaga tetap kecil, agar suhu sambal tidak berlebih. Sambal yang mendidih menghasilkan gumpalan sambal yang kurang menarik dilihat. Minyak menjaga tingkat penguapan rendah dan memelihara suhu sambal.
Salam bahagia
