Sesekali, di kala rinduku untuk ke singaraja,
kulepas jaket dan kubiarkan angin menyapa,
melambaikan tangan membelai kulit yang gersang,
lengas berkeringat tertiup hari membayang.
Langit menyapa dengan gerobak mega,
berbondong-bondong ke bukit impian,
mendahuluiku yang berkuda dengan roda,
tesungging dengan keramahan lambaian.
Berhenti mereka di gerbang perbukitan,
dengan pintu gerbak yang telah terbuka,
terdengar sorak sorai suara keramaian,
permata kesejukan datang menyapa.
Berderap dan bergemuruh,
menyerbu bagai bebatuan [...]
