Telah berlalu panas menderu,
memasuki petang kian malam,
tindakan-tindakan mereda,
bersama orang-orang yang pulang kerja.
ku terdiam di sini,
bersama tangan-tangan yang menari-nari,
di atas tombol-tombol, berloncatan tiada henti.
mencoba berkreasi membuat sebuah puisi,
puisi kerinduan dan isi hati,
menunggu pulangnya si jantung hati,
mencakup tangan berharap hari terus berseri,
bercanda ria dalam tawa bukan mimpi.
pikiran lengas, menunggu cemas,
terkikis bersama panas yang meremas-remas,
menyapu harap melewatkan masa-masa [...]
